JERITAN PEKERJA BNCT BELAWAN: "Mafia Lama" Masih Bercokol, PHK Sepihak Jadi Senjata Menyingkirkan yang Berani Bersuara - WAGE NEWS

Kamis, 09 Juli 2026

JERITAN PEKERJA BNCT BELAWAN: "Mafia Lama" Masih Bercokol, PHK Sepihak Jadi Senjata Menyingkirkan yang Berani Bersuara


 
JERITAN PEKERJA BNCT BELAWAN: "Mafia Lama" Masih Bercokol, PHK Sepihak Jadi Senjata Menyingkirkan yang Berani Bersuara – Minta Said Iqbal Bawa Fakta ke Presiden Prabowo
 



Belawan, 10 Juli 2026 – Keresahan mendalam kini melanda ribuan pekerja PT Belawan New Container Terminal (BNCT), yang merupakan kelanjutan dari BICT Pelindo 1, gerbang utama arus barang internasional di Sumatera Utara. Di balik kesibukan bongkar muat peti kemas, tersimpan kisah kelam dugaan praktik intimidasi, manipulasi nasib karyawan, dan kekuasaan tak terkendali yang disebut sebagai "mafia permainan lama" yang masih kuat memegang kendali di lingkungan manajemen.
 
 
 
⚠️ PHK SEPIHAK DAN BUDAYA "ORANG DALAM" YANG IRONIS
 



Sasaran utama ketidakadilan ini adalah pekerja Tenaga Alih Daya (TAD) dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Mereka menyaksikan langsung bagaimana kebijakan perusahaan tak lagi berdasar kinerja dan dedikasi, melainkan semata-mata soal siapa yang punya "bekingan" atau kedekatan dengan elit manajemen.
 







Banyak pekerja yang telah mengabdi bertahun-tahun, berprestasi, dan berani menegur penyimpangan justru dipecat secara sepihak tanpa alasan tertulis yang jelas, tanpa prosedur yang transparan. Sebaliknya, oknum yang memiliki rekam jejak buruk atau perilaku menyimpang justru dipertahankan, bahkan diuntungkan.
 
“Kami tahu siapa yang benar-benar bekerja keras di bawah terik matahari dan hujan di dermaga, dan siapa yang hanya sibuk menjilat atasan. Ini bukan lagi soal kompetensi, ini soal kekuasaan yang disalahgunakan. Kalau kami berani bicara soal hak atau kesalahan, kami langsung diancam lalu di-PHK,” ungkap salah satu perwakilan pekerja yang enggan disebutkan namanya karena takut dibalas.
 
 
 
📢 SERUAN KEPADA PEMERINTAH BARU DAN SAID IQBAL
 
Praktik buruk ini dinilai merupakan warisan buruk yang terbawa sejak era Pelindo 1, dan kini diharapkan segera disapu bersih oleh entitas baru Danantara (Daya Anagata Nusantara) serta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 
Pekerja pun menaruh harapan besar pada Said Iqbal, tokoh aktivis buruh yang kini dipercaya menjadi orang dekat Presiden Prabowo:
 
“Kami memohon kepada Bapak Said Iqbal yang dikenal sangat vokal memperjuangkan nasib buruh, sampaikan fakta ini langsung ke telinga Presiden. Jangan biarkan bentuk penjajahan sistematis di tubuh BUMN ini terus berlanjut, bahkan saat bermitra dengan investor luar negeri seperti DP World.”
 
Mereka meminta langkah nyata:
 
“Bapak Presiden, lakukan investigasi menyeluruh dan audit investigasi ke BNCT. Kami hanya ingin kepastian kerja dan perlakuan adil. Jangan biarkan hak kami dimanipulasi demi kepentingan segelintir orang yang merasa perusahaan ini milik mereka sendiri.”
 
 
 
đź“‘ TUNTUTAN TEGAS DAN LANDASAN HUKUM
 
Pekerja menuntut manajemen dan pemerintah segera melaksanakan:
✅ Hentikan PHK Sepihak: Jangan jadikan pemutusan hubungan kerja sebagai alat balas dendam atau penyingkiran;
✅ Audit Independen: Libatkan pihak luar untuk memeriksa sistem SDM, penempatan jabatan, dan dugaan nepotisme;
✅ Perlindungan Hukum: Jamin keamanan dan tidak ada intimidasi bagi pekerja yang menyuarakan kebenaran;
✅ Transparansi Penuh: Segala kebijakan dan keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
 
Praktik ini jelas bertentangan dengan:
 
- UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
- UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN;
- Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).
 
 
 
🤝 HARAPAN BERSAMA
 
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Sumatera Utara. Masyarakat berharap pemerintahan baru benar-benar membuktikan komitmennya: tidak ada lagi ruang bagi mafia yang menindas rakyat kecil di perusahaan pelat merah maupun mitra strategis negara. Keadilan bagi pekerja BNCT adalah keadilan bagi seluruh tenaga kerja Indonesia.
 


Comments


EmoticonEmoticon